FOKUS

RAPBN 2014, Pembangunan Infrastruktur Diutamakan

Janji ini sudah dilontarkan sejak 2004 lalu.
Sabtu, 17 Agustus 2013
Oleh : Antique, Alfin Tofler, Suryanta Bakti Susila, Nila Chrisna Yulika
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpidato di hadapan anggota DPR dan DPD, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seperti tahun-tahun sebelumnya menyampaikan pidato kenegaraan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia, yang kali ini jatuh pada Sabtu 17 Agustus 2013.

Pidato itu disampaikan Presiden, Jumat 16 Agustus 2013, dalam rapat bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Pidato yang disampaikan sehari menjelang Hari Ulang Tahun ke-68 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia itu disampaikan dua kali.

Pada pagi hari, pukul 09.00 WIB, Presiden menyempatkan diri mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriyah kepada kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air. Sedangkan siang harinya, pukul 14.30 WIB, Presiden menyampaikan pidato pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2014, beserta nota keuangannya.

"Kedua pidato yang saya sampaikan di forum terhormat ini, hakikatnya juga saya tujukan kepada seluruh rakyat Indonesia," tuturnya di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Namun, dari panjangnya pidato tersebut, terdapat poin-poin penting dan menjadi fokus dirinya serta para pembantu di kabinetnya. Apa saja itu?

Presiden menyoroti Pemilihan Presiden 2014. Dirinya berharap, suksesi kepepimpinan nasional tahun depan membawa angin segar, sekaligus pembaruan dan kesinambungan. "Change and continuity," kata dia.

"Seperti telah kita ketahui, Pilpres kali ini tidak diikuti oleh incumbent. Sampai saat ini, setidaknya terdapat puluhan nama yang beredar di media massa," tambahnya.

Presiden juga mengingatkan agar penyelenggara pemilu menjalankan tugas dan kewajibannya penuh tanggung jawab mengingat biaya yang dianggarkan tidak sedikit. Pemerintah menganggarkan Rp17 triliun untuk Pemilu 2014.

"Sungguh ini sebuah perhelatan demokrasi yang sangat akbar, tidak saja bagi negeri ini tapi juga dalam bandingannya dengan pemilu di negara-negara demokrasi lainnya," kata SBY.
 
Dalam hal ekonomi, Presiden mengungkapkan adanya peningkatan yang amat signifikan sejak kepemimpinannya pada 2004. Pendapatan per kapita pada 2004, hanya US$1.770. Namun, angka ini melonjak pada 2009 menjadi US$2.990. Bahkan, pada awal tahun ini pendapatan per kapita telah mencapai angka sekitar US$3 ribu. "Dengan capaian ini, saya yakin dengan kerja keras dari semua pihak pada 2014 pendapatan per kapita Indonesia bisa mencapai US$5 ribu," jelasnya.

RAPBN 2014 yang disusun pemerintah di atas asumsi dasar makro di antaranya pertumbuhan ekonomi pada 2014 diharapkan mencapai 6,4 persen dan asumsi rata-rata nilai tukar rupiah untuk tahun depan yang dipatok Rp9.750 per dolar AS. Lengkapnya, buka tautan ini.

Pemerintah, masih dalam pidato SBY, di RAPBN 2014, menargetkan pendapatan negara sebesar Rp1.662,5 triliun. Jumlah ini naik 10,7 persen dari target pendapatan negara pada APBNP 2013 yang mencapai Rp1.502 triliun. Sedangkan anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp1.816,7 triliun. Target anggaran belanja itu naik 5,2 persen dari pagu belanja negara pada APBNP 2013 yang sebesar Rp1.726,2 triliun. 

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri sebesar enam persen, dan pensiun pokok sebesar empat persen. "Penyesuaian gaji pokok PNS, TNI, dan Polri, serta pensiun pokok ini untuk mengantisipasi laju inflasi," kata SBY.

Pemerintah memperkirakan defisit anggaran 2014 sebesar Rp154,2 triliun atau 1,49 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sebab, pada RAPBN 2014, target pendapatan negara Rp1.662,5 triliun, sedangkan belanja negara Rp1.816,7 triliun. "RAPBN tahun 2014 kita rencanakan tetap ekspansif," tuturnya.

Penurunan defisit anggaran ini dilakukan untuk mewujudkan anggaran yang lebih sehat dan berimbang di masa yang akan datang. "Langkah itu merupakan bagian dari strategi untuk menjaga kesinambungan fiskal," tutur SBY. 

Pembangunan Infrastruktur

Presiden menyatakan bahwa pada 2014 nanti, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Menurut SBY, prioritas tersebut karena adanya kesadaran pembangunan infrastruktur di Indonesia yang masih jauh dari sempurna. Bahkan, kerap kali menjadi penghambat berbagai peningkatan kegiatan ekonomi dan sosial di tanah air.

"Untuk mengatasi itu, sejumlah proyek infrastruktur berskala besar sedang dikerjakan di berbagai wilayah tanah air, termasuk perluasan beberapa bandara dan pelabuhan berikut fasilitas pendukungnya. Juga jalan tol dan ruas rel ganda," kata Presiden di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Untuk pembangunan infrastruktur, SBY menyatakan bahwa ada dua kementerian yang amat berperan, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan. Program yang diprioritaskan, menurut Presiden, adalah pembangungan konektivitas nasional melalui pembangunan jalan yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum.

Terkait pembangunan infrastruktur ini, pengusaha Sofyan Wanandi beberapa waktu yang lalu menyatakan pemerintah terlalu sering memberikan janji. Menurut dia, sejak 2004 lalu pemerintah janji akan membangun infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan. "Mana hasilnya sampai saat ini infrastruktur ya segitu-segitu saja."


TERKAIT
File Not Found
TERPOPULER
File Not Found