FOKUS

Terhentinya Sepak Terjang Grup Hacker "Lulzsec"

Situs milik CIA, Senat AS, Sony Pictures, pernah diobrak-abrik.

ddd
Jum'at, 17 Mei 2013, 20:19 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo
Logo Lulzsec
Logo Lulzsec (hacking.pl)

VIVAnews - Lulzsec. Namanya memang kurang populer, apalagi di kalangan masyarakat awam Tanah Air. Tapi, sejatinya kelompok peretas ini bukan sekumpulan orang sembarangan. Mereka termasuk yang amat diperhitungkan.

Bagaimana tidak? Sepanjang 2011, situs-situs sekaliber CIA, Angkatan Udara AS, Sony Pictures, hingga Electronic Arts (EA) Games, pernah mereka susupi dan diacak-acak. Badan keamanan Inggris dan Amerika Serikat pun sempat mereka buat kalang kabut.

Nama Lulzsec pun lantas mencuat di jagat maya dunia.

Tapi, aksi Lulzsec terhenti. Empat anggotanya berhasil diringkus di Inggris. Dan pada 16 Mei 2013, keempatnya dijatuhi hukuman penjara. Mereka adalah Ryan Cleary (21 tahun), Jake Davis (20 tahun), Mustafa al-Bassam (18 tahun), dan Ryan Ackroyd (26 tahun).

Hukuman penjara paling berat diterima Cleary. Dia dikurung selama 32 bulan. Menyusul Ackroyd yang harus mendekam di penjara selama 30 bulan. Sementara itu, Davis harus hidup di balik jeruji besi hingga dua tahun. Terakhir Al-Bassam, ia hanya diberi hukuman percobaan selama 20 bulan.

"Tindakan kelompok hacker Lulzsec itu tindakan pengecut dan kejam," kata Andrew Hadik, jaksa penuntut umum, seperti diberitakan VIVA hari ini.

Bagi-bagi tugas

Dalam melakukan aksinya, peran dari setiap anggota kelompok berbeda-beda. Ackroyd berperan sebagai pemilih target dan menentukan strategi. Davids menemaninya sebagai asisten pembuat strategi.

Cleary menyediakan perangkat lunak canggih untuk melancarkan serangan, sedangkan Al-Bassam bertugas mem-post data-data hasil curian di Internet agar bisa disantap semua orang dengan cuma-cuma.

Di persidangan, keempat pemuda ini mengakui kesalahan mereka atas pencurian data di Sony, membuat berita palsu di situs berita The Sun, dan meretas situs CIA juga Angkatan Udara AS. Cleary, yang mendapat hukuman terberat, juga mengaku bersalah atas peretasan ke komputer Angkatan Udara AS.

Jaksa Sandip Patel mengatakan Cleary memang berbeda dibandingkan anggota yang lain. Dia bukan anggota inti Lulzsec, tapi punya peran penting di kelompok itu. "Dari berbagai barang bukti sudah jelas diketahui bahwa mereka hanya ingin meraih ketenaran dan publisitas di dunia," kata Patel.

Siapa Lulzsec?

Orang-orang kunci Lulzsec boleh mendekam sementara di balik sel. Tapi, rekam jejak aksi mereka kerap menjadi buah bibir di kalangan pemerhati sistem keamanan siber dunia.

Apa saja aksi penting mereka? Ada baiknya, kita berkenalan dulu dengan kumpulan "orang-orang hebat" ini.

Lulz Security, atau biasa dikenal Lulzsec, adalah kelompok peretas yang mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan siber tingkat tinggi sepanjang 2011. Beberapa yang menjadi sorotan adalah "hasil karya" mereka pada situs milik Sony Pictures dan CIA.

Beberapa pakar keamanan mengatakan Lulzsec sukses menyedot perhatian publik dengan mengganti tampilan muka situs-situs yang mereka retas dan lalu menggantinya dengan pesan-pesan sarkastis atau ejekan.

Salah satu pendiri Lulzsec adalah Hector Monsegur alias Sabu. Pria berusia 24 tahun itu tersohor sebagai seorang spesialis keamanan komputer.

Dia lalu diringkus aparat keamanan Inggris dan lantas membantu aparat untuk melacak anggota Lulzsec lainnya. Tak butuh waktu lama, Pemerintah Inggris pun meringkus Cleary, Davis, Al-Bassam, dan Ackroyd.

Aksi Lulzsec mulai menyita perhatian pada pertengahan 2011. Korbannya tidak sedikit. Dimulai dari Fox Broadcasting Company. Pada Mei 2011, Lulzsec sukses menyusup ke situs Fox dan menggondol 73 ribu data kontestan X Factor.

Berlanjut pada Juni 2011, giliran situs perusahaan Sony Pictures yang mereka obrak-abrik. Hasilnya, Lulzsec mengantongi ribuan data-data pelanggan, mulai dari nama, password, alamat rumah, alamat email, dan tanggal lahir. Lulzsec mengaku telah mencuri 100 ribu data personal, tapi Sony mengklaim data yang diambil hanyalah 37.500.

Aksi mereka pun berlanjut ke level lebih serius. Lulzsec menyusun rencana untuk memporakporandakan situs-situs pemerintahan. Dan lagi-lagi berhasil.

Sebut saja situs Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat. Pada 15 Juni 2011, Lulzsec mengambil alih situs tersebut dengan mematikannya selama tiga jam.

Situs Anggota Senat Amerika Serikat, senate.gov, juga kebagian giliran. Pada 13 Juni 2011, Lulzsec mencuri e-mail dan password sejumlah anggota Senat. Di situs itu, Lulzsec meninggalkan pesan, "Ini adalah aksi kecil. Apakah ini termasuk perang, Tuan-tuan?"

Ungkapan itu merupakan reaksi keras mereka atas pernyataan Pentagon yang menyebut serangan siber bisa dianggap sebagai sebuah tindakan perang.

Pesan para peretas Lulzsec yang ditinggalkan di situs senate.gov (neowin.net)

Aksi mereka terus berlanjut. Di tengah malam, 26 Juni 2011 silam, Lulzsec merilis sebuah pernyataan di website mereka, memberi tahu bahwa mereka telah pensiun.

Dalam rilis terakhirnya berjudul "50 Days of Lulz", Lulzsec menjelaskan kalau anggotanya ada tujuh orang dan semua telah "gantung keyboard".

Namun, pernyataan itu hanya omong kosong belaka. Satu bulan kemudian, tepatnya 18 Juli 2011, Lulzsec kembali beraksi, menyerang situs suratkabar News Corporation. Dalam serangan itu, Lulzsec membuat berita palsu mengenai kematian Rupert Murdoch, pemilik News Corp.

Di setiap aksi mereka, Lulzsec memang biasa meninggalkan pesan bertuliskan "lulz" atau "lol" yang berarti tertawa terbahak-bahak (laughing out loud). Itu sesuai dengan motto kelompok peretas ini: "Tertawakan keamanan Anda sejak 2011".

Lulzsec boleh dibilang sangat sering menyerang situs-situs perusahaan yang memiliki tingkat keamanan yang rendah. Namun, di setiap aksi mereka, Lulzsec mengaku tidak pernah mencuri data sebuah perusahaan untuk tujuan kriminal. Mereka mengaku lebih suka mengejek dan membuat malu perusahaan yang mereka anggap angkuh.

Lulzsec juga menyatakan serangan siber mereka tidak bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial, seperti merampok, mencuri, carding atau pencurian nomor kartu kredit. Mereka mengklaim motivasi utamanya adalah untuk bersenang-senang dan menciptakan kekacauan. Atau, kadang-kadang ada juga yang bermuatan politis.

Kelompok ini mengatakan pernah membantu serangan-serangan siber yang dilakukan oleh "teman seperjuangan" mereka seperti Anonymous, LulzRaft, AntiSec, dan lainnya.

Kini, jagat maya bakal menjadi "lebih aman". Setidaknya, sampai mereka dibebaskan oleh Kepolisian Inggris sekitar dua-tiga tahun lagi. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com