FOKUS

Aburizal Bakrie, Capres Pertama 2014

Aburizal mengajak kader menaikkan perolehan suara partai sampai 35%.

ddd
Jum'at, 29 Juni 2012, 21:59 Arfi Bambani Amri
Aburizal Bakrie di Pembukaan Rapimnas III Partai Golkar
Aburizal Bakrie di Pembukaan Rapimnas III Partai Golkar (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie resmi menjadi calon Presiden dari Partai Golkar. Aburizal menyatakan bersedia dicalonkan dalam Pemilihan Presiden yang digelar 2014 nanti.

Kesediaan disampaikan Aburizal saat menerima pinangan 21 kader Golkar yang mewakili sejumlah unsur partai. Pimpinan rombongan, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, menyatakan mereka datang mewakili seluruh DPD I Golkar yang membawa surat meminta Aburizal menjadi calon Presiden.

Aburizal mengatakan, di saat Rapimnas II belum memutuskan menerima pinangan karena masih ingin melihat kerja kader membesarkan partai. "Sekarang elektabilitas Partai Golkar sudah nomor satu, popularitas saya juga terus naik," ujarnya saat ditemui di kediamannya di Vila Bakrie Tirta Nirwana, Kompleks Bogor Nirwana Residence, Bogor, Jumat 29 Juni 2012.

Keyakinan Ical bersedia dicalonkan setelah melihat semua dewan pimpinan daerah tingkat I Golkar membawa seluruh surat dari DPD tingkat II untuk mencalonkan dia. Ical juga melihat, semua mekanisme partai telah dipenuhi untuk proses pencalonan ini.

"Saya mengucapkan bismillahirrahmanirahim. Saya menerima. Insya Allah, saya akan berjuang keras ke daerah-darah dan meminta dukungan saudara-saudara semua di sini," ujarnya.

Ical mengingatkan, setelah dia resmi jadi capres, semua kader terus bekerja keras. "Kita harus kerja keras karena pemilu tidak dilakukan hari ini di mana partai Golkar nomor satu tapi kita akan bekerja keras terus sampai 2014," ujarnya.

Kemudian satu persatu dari 21 rombongan yang terdiri dari tokoh-tokoh Partai Golkar bergantian menandatangani surat penetapan. Selanjutnya mereka kembali ke arena Rapimnas untuk menetapkan secara resmi di arena Rapimnas.

Di arena Rapimnas, Aburizal lalu menyampaikan acceptance speech. "Dengan tekad yang bulat, dukungan dari saudara, saya menyatakan secara resmi dan terbuka, menerima pencalonan ini," kata Aburizal.

Strategi Golkar

Ical tak main-main untuk memastikan pencalonannya. Sempat muncul wacana calon presiden dari Golkar ditetapkan melalui jalur konvensi, namun Golkar telah terikat dengan keputusan Rapat Pimpinan Nasional II di 2011 lalu, yang menyatakan calon presiden harus ditetapkan di Rapimnas berikutnya yang paling lambat digelar pada Juni 2012.

Penetapan calon presiden jauh-jauh hari ini, kata Aburizal, memberikan keuntungan pada Golkar. "Penetapan capres yang ditentukan setelah Pemilu, saya anggap sangat terlambat karena tidak ada waktu untuk mengatur strategi, sebaik apapun itu," kata Aburizal Bakrie saat pidato pengarahan dan membuka Rapimnas III Partai Golkar, di Hotel Aston, Bogor.

Terlambat, kata Aburizal, karena jarak antara Pemilu dan Pemilihan Presiden terlalu dekat sehingga tidak ada waktu bagi calon presiden untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

Selain itu Ical, sapaan Aburizal, juga mengatakan masalah soliditas internal juga menjadi ganjalan. "Memudarnya semangat dan soliditas partai karena banyak skenario politik yang ada," kata Ical. Situasi itu kemudian menyebabkan proses politik yang terjadi tidak produktif, karena terbelenggu skenario politik dan sebagainya. Kegiatan yang harusnya produktif menjadi kontraproduktif.

Ical menginginkan hal ini tidak terulang kembali nanti. "Kita tidak ingin konsentrasi kita terganggu, kita tidak ingin soliditas kita terganggu, dan kita tidak ingin telat memutuskan capres," kata Aburizal.

Dengan ditetapkannya capres saat ini, kata Ical, ada sekitar 18 bulan yang dimiliki Partai Golkar sebelum pilpres. "Tidak panjang dan tidak pendek untuk persiapan memenangkan pilpres 2014," ujarnya.

Nomor Satu di Survei

Masih 18 bulan menjelang Pemilu 2014, namun Golkar sudah bertengger sebagai pemuncak dalam sejumlah survei yang digelar lembaga-lembaga yang berbeda. Terbaru, Lembaga Survei Nasional menemukan Partai Golkar yang nomor satu, dengan elektabilitas 20,1 persen, kemudian baru disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 14 persen dan Partai Demokrat yang terpuruk ke 10,5 persen.

Survei ini dilaksanakan pada 10-20 Juni 2012 di 33 provinsi di Indonesia, menggunakan multistage random sampling. Total sampel 1.230 responden dengan margin of error plus minus 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Namun untuk elektabilitas calon presiden, LSN menemukan Aburizal di posisi ketiga (17,1 persen), di bawah Megawati Soekarnoputri (18 persen) dan Prabowo Subianto (17,4 persen).

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia juga menemukan Partai Golkar memperoleh 20,9 persen, PDIP 14,0 persen, dan Demokrat memperoleh 11,3 persen. Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.200 serta margin of error sebesar 2,9 persen.

Soegeng Sarjadi Syndicate juga menemukan fenomena kinclongnya elektabilitas Golkar. Berdasarkan survei yang dirilis 6 Juni lalu, dari 2.192  responden, 23 persen memilih Golkar, 19,6 persen PDI Perjuangan dan 10,7 persen memilih Demokrat.

Meski kinclong, jauh-jauh hari Aburizal telah mengingatkan kader-kader Golkar untuk tidak lengah. "Kita tinggi kan kalau pemilu dilaksanakan sekarang, padahal pemilu masih nanti," kata Aburizal saat audiensi dan mendengarkan laporan hasil Rakernas dan HUT Soksi, di DPP Partai Golkar, pada Rabu lalu.

Dia meminta semua kader terus bekerja keras dan menaikkan perolehan Partai Golkar sampai 35 persen. Menurut dia, posisi teratas sewaktu-waktu bisa turun ke bawah. "Ojo dumeh, kata orang Jawa. Jangan mentang-mentang survei baik, kita ongkang-ongkang saja," ujarnya.

Ical mengatakan, selama ini dirinya terus berkunjung ke daerah-daerah untuk menemui masyarakat bawah. Ternyata, lanjut dia, harapan rakyat sangat besar pada Partai Golkar. "Kalau di media massa seolah resistensi pada saya besar. Tapi di daerah saya temui anak muda, petani, nelayan, resistensi itu tidak ada," ujarnya.

Dan semangat kader-kader Golkar ini akan diuji pada Sabtu 30 Juni ini. Puluhan ribu kader Golkar akan tumplek di Bogor untuk menghadiri deklarasi Aburizal Bakrie sebagai calon presiden. "Sekitar 25 ribu lebih kader akan hadir," kata Ketua Panitia Penyelenggara Rapimnas dan Deklarasi Capres Partai Golkar Sharief Cicip Sutarjo. (sj)

Laporan Dian Widiyanarko


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
wewew
07/07/2012
Semoga mjd Capres yg amanah, bertanggungjawab, gentleman, nasionalis, siap & mampu menjaga harga diri bangsa dan negara RI... membangun bangsa bukan dgn menghujat krn itu hanya mengkerdilkan moralitas bangsa itu sendiri..
Balas   • Laporkan
vivi.vienna
03/07/2012
Capres paling kliatan ngebet. Padahal pendeklarasiannya aja ga dilakukan secara konvensi sesuai tata cara pemilihan capres Golkar biasanya. Terlihat bahwa sudah ada "permainan" Ical yg mendominasi. Kl partai aja bs didominasi, gmn kl mimpin negara.
Balas   • Laporkan
blondot2012
02/07/2012
paling juga mentok di capres aja, noda hitam masih masih banyak melekat pada dirinya dan juga partainya.
Balas   • Laporkan
habibberiziq
01/07/2012
PILIH ARIEL - LUNA MAYA FOR RI 1....
Balas   • Laporkan
theja.kun
01/07/2012
Kepagian coy, mnding tuntasin lapindo dl baru ribut capres
Balas   • Laporkan
samudra27
30/06/2012
"jangan pernah berdiri ditempat yang gelap" kata-katamu yang selalu aku ingat.
Balas   • Laporkan
pras57
30/06/2012
masalah lapindo kagak kelar2, nasabah bakrie life yg duitnya ketilep gak beres2 kok masih mau jadi presiden. Jadi pengusaha aja sudah bikin byk masalah apalagi jd presiden.
Balas   • Laporkan
decepot
30/06/2012
Lapindo-nya gmn tuh???
Balas   • Laporkan
mirzanurrakbar
30/06/2012
yang dipikirin fasilitas yang bakal didapat kalo jadi presiden, tapi gak mikir kalo ada manusia kelaparan di kolong jembatan.. pembunuhan, premanisme, narkoba, pelecehan, korupsi, penindasan, kemiskinan, pengangguran, makan tuh!!
Balas   • Laporkan
nugrohoisnandi
30/06/2012
super sekali :)
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru