FOKUS

Misi Selamatkan Spanyol dari Krisis Utang

Kalangan pengamat yakin bailout ini hanya untuk jangka pendek, mencegah kepanikan pasar.

ddd
Selasa, 12 Juni 2012, 05:24 Renne R.A Kawilarang
Uang kertas Euro dan Franc Swiss
Uang kertas Euro dan Franc Swiss  

VIVAnews - Ada yang tidak biasa di bursa-bursa utama internasional saat memulai transaksi perdagangan di awal pekan ini. Mereka sama-sama menunjukkan pergerakan positif pada indeks harga saham masing-masing saat perekonomian dunia tengah tidak menentu.

Menurut kantor berita Reuters, indeks harga saham gabungan di bursa Wall Street New York dan Financial Times di London dan DAX di Frankfurt menunjukkan "panah hijau" pada awal transaksi Senin waktu setempat. Begitu pula dengan indeks Nikkei di Tokyo dan Hang Seng di Hong Kong, semuanya menunjukkan kenaikan indeks.

Stasiun berita BBC pun mengungkapkan bahwa kurs euro atas dolar AS dan yen Jepang pada perdagangan Senin lalu naik satu persen. Kebangkitan secara serempak ini merupakan pemandangan yang tidak biasa terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

Kalangan pengamat dan pelaku pasar mengungkapkan bahwa kebangkitan ini tak lepas dari keputusan para menteri keuangan kelompok negara pengguna mata uang euro akhir pekan lalu sepakat memberi pinjaman darurat (bailout) kepada salah satu anggotanya, Spanyol, sebesar hingga 100 miliar euro (US$125 miliar) untuk mengatasi krisis perbankan.

Kesepakatan itu merupakan hasil konferensi jarak jauh dengan sambungan telepon antarmenteri zona euro pada 9 Juni 2012. Konferensi selama dua setengah jam itu diikuti 17 menteri keuangan zona euro, termasuk Spanyol. "Pinjaman itu harus meliputi modal yang kira-kira dibutuhkan, yang jumlahnya hingga sebesar 100 miliar euro," demikian pernyataan dari Eurogroup.

Mereka menilai Spanyol wajib segera dibantu, walau Madrid belum sepenuh hati mengakui mereka perlu ditolong. Pasalnya, ekonomi Spanyol memasuki kondisi yang gawat dan sehingga bisa menular ke negara-negara lain dan, pada akhirnya, ini bisa membahayakan kepercayaan pasar atas nilai tukar euro. Sebelum Spanyol sudah tiga negara anggota zona euro yang ekonominya sedang sakit, yaitu Yunani, Irlandia, dan Portugal.

Sejumlah bank di Spanyol sedang menderita utang miliaran euro setelah terpukul akibat jatuhnya harga properti dan terkena dampak resesi global. Sejak 2008, harga-harga rumah di Spanyol turun 25%. Belakangan, bank keempat terbesar di Spanyol, Bankia, akhirnya meminta pinjaman darurat dari pemerintah sebesar 19 miliar euro akibat kerugian pada jatuhnya harga properti.

Pemerintah Spanyol pun tengah kalang-kabut dalam menghadapi perekonomiannya yang lemah. Tingkat penganggurannya tertinggi di Eropa, yaitu hampir 23 persen, atau satu dari empat warganya tidak punya kerja. Dalam dua tahun terakhir, satu dari empat warga Spanyol terancam jatuh miskin atau menjadi korban kesenjangan sosial. 

Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, Negeri Matador itu sudah dua kali menderita resesi. Pertumbuhan ekonominya tahun ini diperkirakan turun 1,7%.

Bagi kalangan pengamat, semua krisis ini salah satunya akibat ketidak mampuan pemerintah dalam mengendalikan utang-utang swasta. Sektor perbankannya dibiarkan larut dalam bisnis spekulasi harga properti yang tinggi sehingga menderita pukulan telak ketika mengalami krisis.

Gejala-gejala sakit ini juga diderita negara-negara tetangga Spanyol. Maka, kalangan pengamat dan pelaku pasar menilai fenomena krisis itu sudah seperti wabah yang menular.

Uni Eropa, terutama negara-negara zona euro pun tidak mau tinggal diam. Keputusan mereka memberi bailout kepada perbankan Spanyol merupakan cara untuk mengatasi penularan wabah krisis utang itu. Pekan lalu, para menteri keuangan zona eropa sudah menggelar rapat darurat untuk membahas krisis dan bantuan bagi Spanyol.

Ketua Komisi Ekonomi Uni Eropa, Olli Rehn, menilai bahwa penyediaan bailout bagi Spanyol ini menjadi tindak pencegahan (pre-emptive action). "Langkah ini penting untuk meredakan gejolak pasar di Eropa sekaligus menjamin sistem keuangan di Spanyol tetap berjalan sebagaimana mestinya," kata Rehn.  

Permohonan Spanyol untuk meminta bantuan serta kesediaan negara-negara sesama pengguna euro memberi pinjaman darurat ke Negeri Matador itu ternyata mendapat sambutan positif di lantai bursa saham dan pasar uang.

"Itu jumlah yang besar, lebih besar dari yang diperkirakan banyak orang. Ini akan mengurangi risiko sistemik. Maka susah bagi pelaku pasar untuk menahan diri tidak beli saham [Senin] pagi ini," kata David Thebault, pengamat dari Global Equities, soal komitmen bailout untuk Spanyol.

Selain dari pelaku pasar, para pejabat mancanegara ikut memberi sambutan positif atas keputusan bailout zona euro kepada Spanyol. Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner menilai dukungan bagi rekapitalisasi perbankan Spanyol itu sebagai "langkah konkret di atas jalur penyatuan fiskal, yang merupakan hal vital bagi daya tahan zona euro."

Perdana Menteri Finlandia, Jyrki Katainen, juga menilai bahwa bantuan yang tepat waktu bagi perbankan di Spanyol akan mempermudah pencegahan menularnya wabah krisis utang dari negara-negara seperti Yunani. 

Keputusan ini memupuskan keteguhan Spanyol, yang berkali-kali menepis isu bakal segera meminta bantuan luar negeri karena krisis utang di sektor perbankan kian parah dan bisa memperburuk ekonomi nasional.

Spanyol akhirnya mengaku perlu bantuan bagi perbankan nasional. Namun jumlah spesifiknya masih belum ditentukan, karena masih menunggu audit independen dari dua konsultan - Oliver Wymann dan Roland Berger - selambat-lambatnya hingga 21 Juni 2012.

"Pemerintah Spanyol menyatakan niat untuk meminta pendanaan Eropa demi merekapitalisasi bank-bank yang memerlukan," kata Menteri Ekonomi Spanyol, Luis de Guindos dalam jumpa pers di Madrid.

Maka, Spanyol menjadi negara keempat di zona Euro yang meminta bantuan asing sejak dimulainya krisis utang di Eropa. Tiga negara lain adalah Yunani, Irlandia, dan Portugal. Uni Eropa dan IMF sudah berkomitmen menyediakan sekitar 500 miliar euro untuk menyediakan pinjaman darurat di Eropa.

Namun Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, buru-buru meluruskan. Dia menilai keputusan zona euro itu dipandang sebagai kemenangan bagi Madrid. Karena, menurut dia, bantuan dari zona euro itu sifatnya terbatas, hanya untuk ke perbankan yang bermasalah. Rajoy mengingatkan, Spanyol tidak akan seperti Yunani, Irlandia, dan Portugal, yang mengajukan bantuan penyelamatan secara menyeluruh.

Obat Sementara

Kendati demikian, kalangan pengamat dan pelaku pasar yakin bahwa pemberian bailout kepada Spanyol ini berguna hanya untuk tujuan jangka pendek, yaitu mencegah kepanikan pasar. Mereka tetap menunggu dan berharap langkah penyembuhan selanjutnya yang bersifat jangka panjang.

Itulah yang dilihat oleh David Thebault, pengamat dari Global Equities, soal komitmen bailout untuk Spanyol. "Bagaimanapun juga, pinjaman itu baru disediakan untuk satu sektor dari perekonomian Spanyol dalam rangka mencegah munculnya kondisi yang memburuk. Kami masih jauh dari solusi yang definitif," lanjut Thebault seperti yang dikutip Reuters.

Bahkan ada yang menilai bahwa bailout itu justru bisa memperburuk beban utang bagi Spanyol bila tidak segera diikuti oleh langkah reformasi keuangan dan disiplin fiskal oleh Madrid, termasuk segera menindak bank-bank yang bermasalah dengan utang dan penerapan disiplin anggaran.  

"Uni Eropa menganggap [bantuan] ini sebagai kemenangan besar. Namun, bila kita melihat lebih rinci, tetap saja itu merupakan pinjaman. Kita belum tahu uangnya akan datang dari mana. Pada akhirnya, ini akan menambah rasio utang atas GDP [produk domestik bruto] bagi Spanyol apapun kata mereka," kata Steen Jakobsen, ekonom dari Saxo Bank di Copenhagen.

"Kami telah berhasil menghindari suatu krisis besar. Namun masalahnya masih ada. Utang negara tetap ada dan, walau pemerintah sudah bekerja dengan baik, pasar belum menghargainya," kata PM Finlandia, Jyrki Katainen.  

Pejabat Uni Eropa, Joaquin Almunia, sudah menyatakan bakal ada kewajiban yang harus dipenuhi Spanyol bila ingin dibantu. "Tentu akan ada syarat-syaratnya. Siapapun yang memberikan uang tidak akan pernah memberinya secara cuma-cuma," kata Almunia.

Maka, akan ada "troika" yang akan mengawasi jalannya bantuan keuangan bagi Spanyol. Mereka adalah Dana Moneter Internasional (IMF), Komisi Eropa, dan Bank Sentral Eropa.





© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru