FOKUS

Dana ke Spanyol Disambut Gembira Pasar Global

Kurs euro atas dolar AS dan yen Jepang naik. Harga saham di bursa Eropa dan Asia menguat

ddd
Senin, 11 Juni 2012, 14:42 Renne R.A Kawilarang
Logo mata uang euro di Bank Sentral Eropa
Logo mata uang euro di Bank Sentral Eropa (REUTERS/Alex Domanski)

VIVAnews - Permohonan Spanyol untuk meminta bantuan serta kesediaan negara-negara sesama pengguna euro memberi pinjaman darurat ke Negeri Matador itu ternyata mendapat sambutan positif di lantai bursa saham dan pasar uang.

Kabar yang sudah muncul akhir pekan lalu itu mendongkrak nilai tukar euro serta memperkuat harga saham di Asia dan Eropa di awal pekan ini.

Menurut stasiun berita BBC, kurs euro atas dolar AS dan yen Jepang pada perdagangan Senin ini naik satu persen. Begitu pula harga indeks harga saham di Tokyo dan Hong Kong, yang bergerak naik di sesi awal perdagangan pagi tadi.

Kantor berita Reuters juga mencatat sentimen positif bursa-bursa saham utama Eropa pada pembukaan transaksi Senin waktu setempat - mulai dari London hingga Frankfurt.

Rata-rata kalangan pelaku pasar saham dan uang menyambut baik keputusan para menteri kelompok 17 negara pengguna euro (zona euro) yang Sabtu pekan lalu sepakat membantu Spanyol mengatasi krisis perbankan demi pencegah penularan masalah yang lebih buruk. Mereka sudah menyiapkan dana hingga 100 miliar euro (US$125 miliar) untuk pinjaman siaga (bailout) bagi Spanyol.

"Itu jumlah yang besar, lebih besar dari yang diperkirakan banyak orang. Ini akan mengurangi risiko sistemik. Maka susah menahan diri untuk tidak beli saham pagi ini," kata David Thebault, pengamat dari Global Equities, soal komitmen bailout untuk Spanyol. 

"Namun, bagaimanapun juga, pinjaman itu baru disediakan untuk satu sektor dari perekonomian Spanyol dalam rangka mencegah munculnya kondisi yang memburuk. Kami masih jauh dari solusi yang definitif," lanjut Thebault. 

Pemerintah Spanyol, melalui menteri perekonomiannya, sudah menyatakan permohonan bantuan. "Pemerintah Spanyol menyatakan niat untuk meminta pendanaan Eropa demi merekapitalisasi bank-bank yang memerlukan," kata Menteri Ekonomi Spanyol, Luis de Guindos dalam jumpa pers di Madrid.

Keputusan ini memupuskan keteguhan Spanyol, yang berkali-kali menepis isu bakal segera meminta bantuan luar negeri karena krisis utang di sektor perbankan kian parah dan bisa memperburuk ekonomi nasional. Spanyol masih menunggu audit independen untuk menentukan berapa banyak pinjaman yang dibutuhkan untuk perbankan.

Maka, Spanyol menjadi negara keempat di zona Euro yang meminta bantuan asing sejak dimulainya krisis utang di Eropa. Tiga negara lain adalah Yunani, Irlandia, dan Portugal. Uni Eropa dan IMF sudah berkomitmen menyediakan sekitar 500 miliar euro untuk menyediakan pinjaman darurat di Eropa.    (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru