Eropa Krisis, Produsen CPO Keruk Untung
Selain krisis, pelemahan nilai tukar rupiah juga mendorong keuntungan perusahaan.
Produsen minyak sawit diuntungkan krisis di Eropa. (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews - Krisis ekonomi yang melanda sejumlah negara di Uni Eropa akibat belum selesainya solusi Yunani, tak selamanya membawa kabar tak sedap bagi industri nasional. Para produsen minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) justru tengah berpesta.
"Kalau krisis tidak mungkin akan menyetop pangan, mereka akan switch yang lebih murah," kata Vice President Finance PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, Dicky Bayu Atmadja, ketika ditemui di Hotel Ritz Carlton, Pacific Palace, Kawasan SCBD, Jakarta, Senin 4 Juni 2012.
Menurut Dicky, CPO merupakan minyak nabati yang paling murah, sehingga dapat menjadi pilihan bagi perubahan pola konsumsi masyarakat Eropa. Untuk itu, Dicky optimistis, krisis yang terjadi di Eropa justru bisa menjadi peluang bagi perusahaannya.
"Itu sangat menguntungkan, ada peluang terhadap produk-produk CPO untuk meningkat," ungkapnya.
Saat ini, dengan total produksi CPO perseroan pada 2011 yang mencapai lebih dari 700 ribu ton, sebagian besar diperuntukkan bagi ekspor terutama ke India, China, dan Eropa.
Namun, dia mengakui, penjualan CPO dari perusahaan dilakukan tidak secara langsung ke negara-negara itu, tetapi melalui pialang (trader). Akibatnya, perusahaan tidak mengetahui berapa persentase peningkatan penjualan CPO ke Eropa itu.
"Mudah-mudahan meningkat, karena pola konsumsi masing-masing individu akan berubah, secara logika, ya akan naik," tegasnya.
Tak hanya faktor krisis keuangan Eropa, penjualan CPO dari produsen kelapa sawit Tanah Air juga diuntungkan dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Saat ini, sebanyak 83 persen produksi CPO Sinar Mas berorientasi ekspor dengan pembayaran menggunakan dolar AS. Sisanya sebesar 17 persen dialokasikan untuk kebutuhan pasar domestik. Namun, sebagian besar tetap ditransaksikan dalam dolar AS.
"Bagi kami, sebagian besar cost adalah rupiah, jadi perusahaan dalam posisi diuntungkan," ujarnya. (art)
- Info Momentum
- Mengungkap Dua Pesan Crop Formation dari Alien di Inggris
- Kisah Wanita Bersandal Mawar Merah dari Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Gilles de Rais, Legenda Pembunuh Berantai Awal Modern
- Misteri: Kasus Kematian Peragawati Dietje di Era 80an
- VIDEO: Kemunculan Cahaya Misterius Di Atas Kubah Masjidil Aqsa
- FOTO: Mariachi, Offroader Wanita Dengan Skill Super



