2012, Tahun Belanja Netizen
Netizen Indonesia mengaku tahun ini saatnya untuk berbelanja.
Diagram Kepercayaan Konsumer Nielsen Q1 2012 (Nielsen)
VIVAnews – Apabila film 2012 menggambarkan tahun ini kiamat, maka berbeda dengan netizen Indonesia. Penggiat dunia maya malah optimis tahun ini akan memberikan kecerahan bagi situasi keuangan mereka. Tahun 2012 menjadi tahun belanja netizen karena mereka yakin kondisi finansialnya bagus. Kepercayaan konsumen Indonesia mencapai indeks tertinggi sejak 2010.
"Empat dari lima netizen optimis dengan keuangan mereka dalam satu tahun mendatang," papar Catherine Eddy selaku Managing Director Nielsen Indonesia dalam pemaparan survey global Neilsen, di Kantor Neilsen Indonesia, Jakarta, Rabu 2 Mei 2012.
Jumlah netizen yang optimis pun dominan. Riset Nielsen mengungkapkan sebanyak 79 persen netizen Indonesia yakin kondisi finansial mereka aman hingga satu tahun mendatang. Keyakinan ini menempatkan netizen Indonesia sebagai yang optimis di dunia tentang keadaan keuangan mereka.
Indonesia menempati posisi tiga yang paling optimis di dunia setelah India (123) dan Arab Saudi (119). Hasil ini karena indeks kepercayaan konsumen online Indonesia mencapai 118 pada kuartal pertama 2012. Pada kuartal sebelumnya, kepercayaan konsumen Indonesia mencapai indeks 117.
Berdasarkan temuan survei global Neilsen, kepercayaan konsumen ini mencapai indeks tertinggi sejak kuartal pertama 2010 dengan indeks 116. Bahkan, berbagai tantangan ekonomi seperti kenaikan BBM tidak menyurutkan optimisme Indonesia. Kestabilan perekonomian global dan pemilu Indonesia justru membangun kepercayaan pengguna internet.
Berbeda dengan konsumen di Asia Pasifik dan Asia Tenggara yang mengkhawatirkan pekerjaan mereka, konsumen Indonesia lebih khawatir akan keseimbangan pekerjaan/hidup (17%), kesejahteraan orang tua (15%), dan kesehatan (6%).
Survei Global Nielsen mengenai kepercayaan konsumen dan keinginan berbelanja ini dilaksanakan pada 10-27 Februari 2012 di 56 negara. Responden merupakan pengguna internet atau online. Responden dari Indonesia sebanyak 502 konsumen.
Siap Belanja
Keyakinan netizen atas keuangan mereka ini membuat mereka tidak segan menghamburkan uangnya tahun ini. Sebanyak 54 persen menyatakan saat ini menjadi waktu yang baik untuk membeli hal yang diinginkan. Kondisi ini meningkat 12 persen dari kuartal keempat 2011.
"Konsumen merasa lebih percaya diri dengan keadaan keuangan mereka dan bersedia melonggarkan anggaran untuk membeli hal yang mereka inginkan," ujar Catherine Eddy.
Hasil survei Nielsen menemukan pengeluaran yang dipilih netizen dengan keuangan mereka saat ini. Berlibur ke tempat wisata menjadi salah satu opsi. Hiburan di luar rumah pun masuk dalam anggaran netizen. Berbelanja pakaian juga dilakukan.
Netizen pun menyiapkan kantong mereka untuk membeli produk teknologi terbaru. Hal ini menunjukkan potensi kenaikan penjualan gadget. Kabar baik bagi vendor ponsel dan tablet untuk menggenjot peluncuran produk terbaru dan memamerkan kecanggihan produk mereka.
"Walaupun konsumen tergolong optimis akan keadaan keuangan pribadi mereka selama empat kuartal terakhir, mereka juga sangat berhati-hati akan pengeluaran mereka," imbuhnya.
Selain berhura-hura, netizen masih menyisihkan uang mereka untuk masa depan. Menyimpan uang mendapat jatah pengeluaran untuk efek jangka panjang. Investasi bursa pun dilakukan untuk memutar uang agar dapat memberi suntikan kas masuk. Netizen pun membuat anggaran untuk melunasi kreditnya.
Survei Nielsen menunjukkan pula 71 persen netizen Indonesia yakin dengan prospek pekerjaan lokal pada tahun mendatang. Bahkan, keyakinan Indonesia mengalahkan Korea Selatan sebesar 9 persen. Jepang pun dilangkahi sebesar 5 persen.
Saatnya e-Commerce Lebih Gencar
Melihat potensi belanja netizen Indonesia tahun ini, e-commerce sebagai pusat belanja online dapat menggenjot pendapatannya. Laman penawaran diskon harian, Groupon menyusun strategi agar dapat meningkatkan jumlah promo yang menarik pada tahun ini. Penawaran diskon harus lebih menjangkau berbagai lokasi netizen. Opsi pembayaran pun akan dikembangkan agar pelanggan lebih mudah bertransaksi di Groupon.
Menurut Kepala Pengembangan Bisnis Pemasaran Online, Azmi Abdul Karim Hayaza, e-commerce tahun ini akan berkembang sangat pesat.
“Selain sudah mulai banyak yang percaya dan sering berbelanja online. Banyak investor yang akan masuk ke Indonesia untuk memulai e-commerce baru,” tulis Azmi dalam wawancara tertulis kepada Vivanews.com.
Belanja online memiliki keunggulan utama pada kecepatan. Hanya dengan beberapa kali klik, Anda sudah dapat berbelanja. Tidak perlu melangkah keluar rumah.
Pembayaran pun bisa melalui kartu kredit dan internet banking. Produk pun bervariasi dari belanja barang, jasa, hingga kupon diskon. Kategori juga beragam seperti voucher makan, spa, dan travel. Setiap hari selalu ada penawaran baru yang bisa Anda akses.
Azmi menilai harga yang ditawarkan e-commerce pun kompetitif dibanding toko yang sudah ada. Diskon yang diberikan dapat mencapai 70 persen setiap harinya. Konsep “smart shopping” ini menjadi kekuatan yang membedakan e-commerce dibanding langkah belanja konvensional.
“Dengan promo yang menarik dan murah, customer pasti untung apabila membeli. Siapa sih yang nggak suka diskon, apalagi sampai 50%?” cetus Azmi.
Kendati kendala dari kantong netizen sudah berkurang, e-commerce masih mendapat tantangan lain. Menurut Azmi, sistem pembayaran online masih belum mudah untuk diintegrasikan dengan laman e-commerce.
Sementara netizen percaya pada keuangannya, tapi faktor kepercayaan belanja online masih menjadi masalah.
“Customer masih belum banyak yang percaya akan keamanan dan jaminan untuk berbelanja online,” imbuh Azmi.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, masih sangsi dengan hasil riset Nielsen.
"Kalau empat dari lima orang nitizen itu menggunakan untuk belanja online, saya nggak percaya. Tapi, kalau empat dari lima orang tersebut menggunakan untuk game online saya percaya," tampik Tifatul.
Kendati membantah riset Nielsen, Menkominfo merasa potensi ekonomi e-commerce memang tinggi. Untuk itu, regulasi yang menaungi masalah e-commerce kini telah melewati masa harmonisasi. Tinggal menunggu finalisasi.
-
Angin Kencang, Supermodel Dunia Ini Pamer Dada
-
Mahasiswi Cantik yang Bikin Edinson Cavani Cerai
-
Anak Gadisnya Dicari KPK, Ibunda DM Angkat Bicara
-
Model Seksi Ini Bangga Jadi WAGs Premier League
-
Razia Imigrasi Sisir WNA Ilegal di Apartemen Kalibata City
-
Pengakuan Memilukan Tahanan Politik Korea Utara
- Info Momentum
- Efek Music Mozart Terhadap Kesehatan dan Kecerdasan
- Memori Otak Bisa Disimpan dalam Hardisk
- Misteri Kasus Frederick Valentich Diculik UFO
- Misteri Dibalik Uang Pecahan 20 Dollar Amerika
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Kisah Misteri Penyebab Kecelakaan di Gunung Lipan Kalimantan
- FOTO dan VIDEO : Darin Mumtazah Pelajar Cantik Simpanan Lutfi Hasan



