Bebas Kasus Sodomi, Anwar Ibrahim Kian Melaju
Dua kali dijegal kasus sodomi, kini Anwar Ibrahim siap menjatuhkan penguasa lewat Pemilu.
Anwar Ibrahim bersama istrinya (REUTERS/ Bazuki Muhammad)
VIVAnews - Sejenak setelah dinyatakan tak bersalah oleh hakim sidang Pengadilan Tinggi di Kuala Lumpur atas (lagi) kasus sodomi, Senin 9 Januari 2011, Anwar Ibrahim menulis pesan pada akunnya di laman Twitter: "Pada Pemilu mendatang, suara rakyat akan didengar dan pemerintahan yang korup ini akan dijatuhkan dari tampuk kekuasaan."
Bagi Anwar dan para pendukungnya yang tergabung dalam kubu oposisi di parlemen Malaysia, kasus Sodomi ini adalah konspirasi dari rezim UMNO. Dengan berbagai tuduhan, termasuk kasus sodomi yang sudah dua kali menimpa Anwar, pemerintahan Partai UMNO dan koalisi Barisan Nasional yang mereka galang berupaya menggerus perjuangan oposisi pimpinan Anwar.
Namun, tidak seperti 1998 lalu, tuduhan kali ini tidak mempan. Hakim meragukan bukti sampel DNA atas kasus sodomi Anwar seperti yang dituduhkan mantan asistennya yang mengaku menjadi korban, Mohd Saiful Bukhari Azlan, pada 2008. "Pengadilan tidak dapat seratus persen yakin bahwa sampel DNA tidak terkontaminasi," kata Hakim Zabidin Mohamad Diah dalam sidang yang dipenuhi para pengunjung, seperti dikutip Reuters.
"Dan karena ini adalah tuduhan penyerangan seksual, pengadilan tidak bisa menjatuhkan vonis berdasarkan bukti yang kebenarannya diragukan," lanjut hakim. Vonis tidak bersalah atas Anwar disambut sukacita para pendukungnya. Dia pun lolos dari ancaman hukuman penjara maksimal selama 20 tahun. Lebih penting lagi, keputusan hakim itu membuat Anwar tetap bisa berpolitik.
Teror ledakan
Keputusan itu sempat disambut teror. Sedikitnya dua orang cedera akibat terkena ledakan di luar gedung pengadilan, tak lama setelah pembacaan vonis atas Anwar.
Kantor berita Reuters melaporkan tiga bunyi ledakan terdengar di lapangan parkir gedung pengadilan. Di lokasi kejadian berkumpul para pendukung Anwar yang menggelar aksi unjuk rasa.
Penyelidikan awal menyebutkan dua peledak disembunyikan di bawah rambu polisi rubber cone. Juru bicara polisi Ramli Mohamed Yoosuf mengatakan polisi masih mengusut insiden itu. Dia hanya menuding ada "pihak-pihak tak bertanggungjawab" terkait ledakan itu. Polisi sebelumnya sudah mengingatkan massa agar tak berkumpul di luar gedung pengadilan.
Setelah dinyatakan bebas atas kasus sodomi itu, Anwar kini berkonsentrasi menghadapi pemilihan umum, yang akan dijadwalkan selambat-lambatnya pada 2013. Namun, muncul spekulasi bahwa PM Najib Razak bisa menggelar Pemilu lebih awal.
Dalam wawancaranya dengan Reuters awal tahun ini, Anwar berharap pemilu bisa digelar "lebih cepat." Dia berambisi koalisi Pakatan Rakyat, yang digalang oleh Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokrasi, dan Partai Islam se-Malaysia (PAS), bisa mengalahkan Barisan Nasional dengan mencapai mayoritas mutlak di parlemen pada pemilu mendatang.
"Masalahnya adalah bagaimana kita memastikan pemilu bisa terselenggara secara jujur," kata Anwar. "Ini adalah masalah utama bagi oposisi karena, walau sudah ada sejumlah pengumuman dan keterangan yang menyejukkan, namun belum menjamin tiadanya kontrol atas media, proses yudisial, kecurangan, korupsi, dan proses elektoral," kata Anwar.
Bagi kalangan pengamat, perkembangan ini tentu menguntungkan kubu oposisi yang tergabung dalam koalisi Pakatan Rakyat. "Kubu Pakatan berada di atas angin ketimbang kubu Barisan Nasional," kata Ooi Kee Beng, pengamat dari Institute of Southeast Asian Studies of Singapore, seperti dikutip Reuters.
"PM Najib tentu saja bisa berkata bahwa pihak yudisial tidaklah se-korup yang dinyatakan Pakatan, terus kenapa? Bila yudisial tidak begitu korup, bukan berarti pemerintah juga baik," lanjut Ooi terkait keputusan dari pengadilan atas kasus Anwar itu.
Sebelum jadi musuh nomor satu bagi rezim berkuasa, dari tahun 1982 hingga 1998 Anwar pernah menjadi bagian dari penguasa Malaysia. Dia politisi paling cemerlang hasil binaan UMNO. Sebelumnya, dia dikenal sebagai aktivis pemuda Islam.
Anwar bergabung dengan UMNO, setahun setelah pemimpin partai itu, Mahathir Mohamad, terpilih menjadi perdana menteri Malaysia. Sejak itu, berbagai jabatan penting di partai dan posisi strategis di kabinet didudukinya. Antara lain, deputi perdana menteri merangkap menteri keuangan Malaysia, semasa pemerintahan Mahathir.
Dikenal dekat dengan Mahathir, Anwar bahkan disebut-sebut sebagai calon pengganti Mahathir. Tapi hubungan itu retak ketika Anwar memilih sejumlah kebijakan bertentangan dengan kemauan Mahathir.
Pada krisis moneter Asia 1997, misalnya, Anwar mendukung program penyelamatan yang dirancang Dana Moneter Internasional (IMF), suatu kenbijakan yang ditentang Mahathir. Anwar melakukan penghematan besar-besaran di badan pemerintah, dan menunda sejumlah proyek raksasa idaman Mahathir. Anwar juga mulai menyerang kroniisme dan nepotisme, yang menurutnya sumber kebobrokan Malaysia. Anwar dan para pengikutnya akhirnya ditendang dari UMNO, dan posisi politik mereka dilucuti.
Terus diincar kasus
Sejak itu Anwar terus diincar. Pada 1998, beredar buku berjudul “50 Dalil Kenapa Anwar Tidak Boleh Jadi PM” yang ditulis mantan redaktur koran pemerintah, Utusan Malaysia. Di buku itu, Anwar digambarkan sebagai koruptor dan, ini dia, seorang homoseks yang gemar menyodomi lelaki muda.
Polisi lalu diperintahkan menyelidiki tuduhan ini. Begitu penyelidikan dimulai, pada 2 September 1998 Anwar dipecat dari kabinet Mahathir. Sehari setelahnya, dia juga ditendang dari UMNO.
Lima orang dekat Anwar ditahan atas tuduhan telah melakukan tindakan homoseksual. Mereka dibui selama enam bulan setelah mengaku bersalah. Namun, mereka lantas menarik kembali pengakuan itu, dan menyatakan telah dipaksa mengaku bersalah.
Pada 29 September 1998 Anwar diadili. Di bawah sumpah, dia menyatakan tak bersalah atas tuduhan korupsi dan sodomi yang dialamatkan kepadanya. Setahun kemudian, dia dijatuhi hukuman enam tahun penjara atas tuduhan korupsi. Lalu pada 8 Agustus 2000, dia divonis hukuman sembilan tahun kurungan atas tuduhan melakukan sodomi. Namun, di tahun 2004, dia dibebaskan setelah pengadilan membatalkan tuduhan sodomi itu.
Istri Anwar, Wan Azizah Ismail, lalu membentuk Partai Keadilan Rakyat yang mengibarkan ide reformasi.
Tapi tuduhan lainnya datang ke Anwar. Pada 29 Juni 2008, ajudan Anwar Ibrahim, Mohd Saiful Bukhari Azlan, melapor ke polisi bahwa dia telah disodomi Anwar. Tentu Anwar berang, dan menuding balik ini manuver politik menjatuhkannya. Anwar menggugat balik Azlan.
Pada Juli 2008, Anwar ditahan polisi untuk dimintai keterangan. Kepada wartawan, Anwar mengeluhkan sikap polisi yang memperlakukannya seperti kriminal. Dia mengaku dipenjara satu sel dengan para penjahat, dan dipaksa tidur di lantai. Dua hari kemudian dia dibebaskan.
Untuk membuktikan dia tidak bersalah, Anwar mendatangkan tiga ahli forensik dan DNA dari luar negeri. Anwar bersikeras dia telah difitnah. Upaya Anwar itu tidak sia-sia. Dia kini tetap menjadi orang bebas. (np)
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



