FOKUS

Pasukan Elit TNI Bantu Polri Perangi Teroris

TNI bisa memberikan bantuan sesuai permintaan Polri, sambil menunggu terbentuknya BNPT.

ddd
Minggu, 26 September 2010, 22:55 Yuniawan Wahyu Nugroho
Pasukan gabungan anti teror Polri dan TNI
Pasukan gabungan anti teror Polri dan TNI (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Meskipun penanganan aksi anti terorisme akan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), ujung tombaknya tetap ada pada polisi, yakni Detasemen Khusus (Densus) 88. Polisi sendiri saat ini terbuka dengan tawaran bantuan TNI dalam menangani aksi teroris.

Seperti diketahui Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menawarkan bantuan kepada Polri mengatasi teroris. Menurut Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Polri, Kombes Marwoto Soeto, inti penanganan teroris tetap ada pada polisi. “Intinya ya polisi. BNPT itu pemerintah, sebuah badan,” katanya, Minggu, 26 September 2010.

Dijelaskannya, BNPT adalah payung, dan dalam penanggulangan teroris nanti polisi dibantu TNI. “TNI kan punya pasukan elite. Ada Den Jaka, Den Gultor 81 Kopasus, Den Bravo. Nanti kalau dalam tugasnya polisi merasa perlu dibantu, mereka bisa minta bantuan kepada TNI melalui BNPT,” kata Marwoto.

Tentang ancaman terhadap para pejabat seperti bupati, gubernur dan pejabat lain, menurut Marwoto, polisi tidak akan memberikan pengawalan khusus. Polisi hanya akan melakukannya jika ada permintaan. “Tapi bagaimana mau dikawal, mereka kan pelayan masyarakat masak dikawal segala,” kata Marwoto.

Sampai saat ini TNI sendiri belum mendapat permintaan dari Polri seperti disebutkan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso. Pernyataan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang berencana melibatkan pasukan elite TNI untuk memberantas terorisme, dinilai Djoko Santoso masih sebatas keinginan. "Bila diperlukan, TNI siap membantu, tergantung permintaan Polri," kata Djoko menambahkan.

Seperti diketahui, di Mabes Polri Jumat 24 September 2010, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyebutkan strategi aksi terorisme kini mengancam kekuasaan negara. Kesimpulan itu diambil setelah mempelajari dokumen para pelaku aksi jihad yang tertangkap, termasuk mereka yang berlatih militer untuk tujuan teror di Aceh, perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak di Deli Serdang.

Taktik itu mereka lakukan, kata Kapolri, demi merebut kekuasaan negara. Salah satu tahapnya adalah pembunuhan aparat, dan pejabat negara untuk menciptakan kekacauan.

Jika situasi keamanan negara sudah kacau, para teroris lalu akan mulai mendelegitimasi wibawa pemerintah. Dari sana, para pelaku teror mulai mendoktrinisasi masyarakat untuk direkrut menjadi anggotanya. "Tindakan mereka dilakukan untuk meyakinkan masyarakat, sehingga bisa melakukan perekrutan lebih luas dan meraih dukungan masyarakat," ujar Kapolri.

Dalam kaitan mengatasi ancaman serius itu, polisi bisa meminta bantuan TNI dalam bentuk dukungan intelijen, dan pasukan. TNI memiliki pasukan elite seperti Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di bawah TNI AD, Detasemen Jala Mengkara (Den Jaka) di bawah TNI AL dan Detasemen Bravo (Den Bravo) di bawah TNI AU.

“TNI bisa memberikan bantuan sesuai permintaan Polri, sambil menunggu terbentuknya BNPT ini,” kata Sagom Tamboen, Deputi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), kepada VIVAnews, Minggu, 26 September 2010.

Menurutnya, sampai saat ini BNPT yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 tahun 2010, masih menyusun dan membentuk satuan tugas. “Kepala BNPT juga menargetkan secepatnya satgas-satgas ini terbentuk dan bisa bekerja,” kata Sagom yang mantan Kapuspen TNI tersebut.

Setelah perangkat BNPT terbentuk, maka Densus 88 Antiteror yang selama ini di bawah Polri, akan di bawah kendali operasi (BKO) di dalam BNPT,  bersama Kopassus, Den Jaka dan Den Bravo.

BNPT adalah lembaga nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, badan itu dikoordinasikan oleh Menko Polhukam. Struktur BNPT sesuai Perpres Nomor 46 Tahun 2010 dikepalai oleh Irjen Ansyaad Mbai, dan dibantu oleh Sekretaris Utama.

Ada tiga deputi yang bekerja membantu Kepala BNPT. Antara lain, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi. Lalu Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, serta Deputi Bidang Kerjasama Internasional.(np)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
putra leo
27/09/2010
yah sdh seharusnya TNI dilibatkan dalam penanganan masalah teroris, dulu-dulu tidak pernah muncul mslh terorisme, jgn malu n segen minta bantuan thdp TNI, toh ada aturan main dan prosedurnya biar sama-sama brantas terorisme di Indonesia
Balas   • Laporkan
Adi
27/09/2010
Emang sudah waktunya TNI bergerak !!!!!
Balas   • Laporkan
dRiez
27/09/2010
nah gtu dong... harus bersatu... Densus 88 + Kopassus + Den Jaka + Den Bravo = TeroRis ke laut aja sonoh.... salut bwt TNI/POLRI
Balas   • Laporkan
masmu
27/09/2010
ujung2nya ya proyekk... fulus fuluss
Balas   • Laporkan
Chelsea
27/09/2010
Perlu juga pembangunan infrastruktur security, seperti pemasangan CCTV di ruas jalan, pojok bangunan & tempat2 umum lainnya, sehingga bila terjadi kejahatan dapat lsg termonitor, dan tidak ada celah bagi penjahat utk melakukan aksinya di Indonesia
Balas   • Laporkan
insinyur jenderal
27/09/2010
kesuwen. dari dulu turunin aja anakĀ² 81 gultor. ndang ngko ndak selak akeh korban. masalahnya bukan pride antar aparat, tapi rakyat yang kena jadi korban. kalo' penyelesaian nggak cepet tuntas.
Balas   • Laporkan
harlan mufti
27/09/2010
Mustinya dari dulu coba turunin tim anti teror punya TNI pasti cepet beres . . .
Balas   • Laporkan
kanjeng dosso | 27/09/2010 | Laporkan
betuuuuuuuuul
Firdaus
27/09/2010
tapi jgn sampai mjd badan pengganti dr KopKamTib zaman orde Soeharto...utk melegitimasi n jd komprador governance merepresi aksi rakyat, pemuda n mahasiswa ketika menyuarakan keadilan n penderitaan mrk...kl spt itu lalu ap bdanya ...??? Semoga tdk terjadi
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com