FOKUS

Jojo: Buat Video Keong Racun Sekedar Iseng

Awalnya Ia dan Shinta membuat video lipsync hanya keisengan anak muda belaka.
Kamis, 29 Juli 2010
Oleh : Amril Amarullah
Jojo, Keong Racun

VIVAnews -Keong Racun kini jadi tenar. Lagu yang digubah Subur Tahroni  dari Bandung sohor setelah versi videonya ditayangkan di situs Youtube. Kesohoran lagu itu juga melambungkan nama Shinta dan Jovita Adityasari alias Jojo, yang bikin video lipsync lagu itu.

Shinta dan Jojo kini diburu sejumlah media massa. Diwawancara seputar lagu itu, bertanya darimana datangnya gagasan lipsync itu dan serentetan pertanyaan lain.

Hari ini, Kamis 29 Juli 2010, Jojo menerima sejumlah wartawan di kampusnya di Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat. Jojo yang baru berusia 19 tahun itu menuturkan bahwa  pembuatan video itu, lalu menyebarkannya ke internet, semata-mata sekedar iseng.

Itu sebabnya, Jojo begitu terkejut  video itu sohor, dibicarakan banyak orang, lagunya diputar banyak radio,  dan belakangan banyak wartawan memburu kisah mereka.

Kepada para wartawan Jojo  menuturkan bahwa ada enam video klip yang dia buat bersama Shinta, yaitu Keong Racun, Cinta Satu Malam, Slow Down, Dokter Cinta, Jangan Lebay dan Telephone. Semua itu mereka buat di rumah Jojo dengan menggunakan webcam laptop.

Setelah pembuatan video itu,  Jojo ingin memasukannya  ke dalam account facebook miliknya, namun ukurannya terlalu besar.  Repotnya Jojo tidak mengerti bagaimana cara mengconvert video itu. Atas usulan salah seorang kawannya, maka video itu diunggah ke Youtube.

Setelah diunggah ke Youtube, "Baru kemudian dimasukan ke Facebook," ungkap mahasiswi Hubungan Internasional ini.

Jojo tidak menyangka respon masyarakat terhadap videonya sangat besar.  Dia jadi cemas, sebab video itu tenar hampir bersamaan dengan maraknya kasus video porno. Dirubung cemas, Jojo  hendak menghapus video asli itu dari Youtube, tiga hari setelah diunggah.

Tapi Jojo terlambat, sebab sudah begitu banyak  orang yang telah mengunduh video itu.  Dan entah siapa kemudian yang mengirim kembali video itu ke situs Youtube.  "Kami takut videonya disalahgunakan makanya kita hapus video asli tersebut, taunya muncul lagi," kata Jojo.

Laporan: Iwan Kurniawan | Bandung

File Not Found
TERPOPULER
File Not Found